Pesepakbola Naturalisasi Terbaru RI kembali menjadi sorotan publik setelah DPR menyetujui lima pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Dua nama yang paling menonjol adalah Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra, yang telah melalui proses naturalisasi untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Keputusan ini diambil pada rapat paripurna 26 Agustus 2025, setelah mendapatkan persetujuan dari Komisi X dan XIII DPR. Langkah ini dianggap strategis untuk menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan memperkuat skuad Indonesia di berbagai level usia.
Baca Juga: Ferrari 488 Pista Supercar Italia
1. Miliano Jonathans: Penyerang Muda yang Siap Bersinar
Miliano Jonathans, berusia 21 tahun, merupakan penyerang yang bermain untuk FC Utrecht di Belanda. Jonathans memiliki darah Indonesia dari ayahnya yang berasal dari Depok, dan ketertarikannya membela Timnas Indonesia muncul sejak ia masih muda. Ia dikenal memiliki kecepatan, kemampuan dribel yang baik, dan insting mencetak gol yang tajam.
Jonathans telah mengikuti beberapa sesi latihan bersama tim nasional sejak proses naturalisasinya berjalan, dan PSSI berharap kehadirannya bisa menambah opsi serangan yang lebih dinamis. Kehadirannya juga diharapkan dapat memotivasi pemain muda Indonesia yang bercita-cita tampil di level internasional.
2. Mauro Zijlstra: Striker Belanda dengan Keturunan Indonesia
Mauro Zijlstra, striker berusia 20 tahun, bermain untuk FC Volendam di Belanda. Zijlstra memiliki darah Indonesia dari nenek dan ayahnya. Meskipun proses naturalisasinya telah disetujui DPR, ia tidak dapat memperkuat Timnas U-23 Indonesia dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 karena batas waktu pendaftaran pemain sudah ditutup.
Zijlstra dikenal sebagai striker agresif yang memiliki kemampuan finishing mematikan dan kemampuan udara yang baik. Kehadirannya di tim senior diharapkan mampu meningkatkan daya saing lini depan Indonesia dalam turnamen-turnamen internasional mendatang.
3. Naturalisa Pemain Putri: Isabel Kopp, Pauline van de Pol, dan Isabelle Nottet
Selain Jonathans dan Zijlstra, DPR juga menyetujui proses naturalisasi tiga pemain untuk Timnas Putri Indonesia: Isabel Corian Kopp, Pauline Jeannette van de Pol, dan Isabelle Nottet. Isabel Kopp, bek berusia 23 tahun, telah mengikuti latihan bersama Timnas Putri Indonesia sejak akhir Juli 2025.
Ketiga pemain ini diharapkan dapat menambah kualitas teknis, taktik, dan pengalaman internasional bagi Timnas Putri Indonesia, yang tengah berupaya memperkuat posisinya di kancah Asia Tenggara. Kehadiran mereka juga membuka peluang untuk mentoring pemain lokal yang lebih muda.
4. Dampak Positif Naturalisasi untuk Timnas Indonesia
Langkah naturalisasi ini dianggap sebagai strategi penting PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia menjelang Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kehadiran pemain-pemain keturunan ini tidak hanya menambah kualitas individu, tetapi juga memperluas variasi taktik yang bisa diterapkan oleh pelatih.
Selain itu, naturalisasi pemain juga dapat memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan sepak bola nasional, terutama dalam hal motivasi pemain muda dan meningkatnya kompetisi di dalam negeri. Dengan adanya tambahan pemain yang memiliki pengalaman di liga Eropa, diharapkan standar permainan Indonesia bisa meningkat secara signifikan.
5. Tantangan dan Strategi PSSI
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa Jonathans dan Zijlstra merupakan naturalisasi terakhir yang dilakukan menjelang Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas tim dan memastikan semua pemain telah beradaptasi dengan strategi yang diterapkan pelatih.
Tantangan terbesar bagi PSSI adalah integrasi para pemain naturalisasi dengan pemain lokal, baik dalam hal gaya bermain, komunikasi, maupun budaya tim. PSSI berencana menggelar sejumlah latihan dan pertandingan uji coba untuk mempercepat proses adaptasi ini.
