Tantangan Besar Setelah Kepergian Sir Alex
Sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, Manchester United terus berjuang mencari stabilitas. Klub yang sebelumnya mendominasi Premier League kini menghadapi fase panjang penuh ketidakpastian. Bahkan, hingga lebih dari satu dekade setelah era emas Sir Alex, Baru 3 Manajer MU yang mampu meraih penghargaan Manajer Terbaik Premier League.
Baca Juga: Mitsubishi GTO Twin Turbo Sport Classic
Hal ini menegaskan betapa sulitnya mempertahankan standar keberhasilan yang ditorehkan Sir Alex. Penghargaan Manajer Terbaik Premiership menjadi indikator nyata bahwa prestasi pasca-Ferguson tidak semudah yang banyak pihak bayangkan.
1. David Moyes – Pewaris yang Terbebani
David Moyes ditunjuk sebagai penerus langsung Sir Alex Ferguson pada 2013. Meski hanya bertahan 10 bulan, ia termasuk dalam daftar Baru 3 Manajer MU yang memenangkan penghargaan Manajer Terbaik Premier League.
Moyes meraih penghargaan tersebut pada musim 2013/14 setelah membawa MU meraih kemenangan penting di awal musim. Namun performa klub menurun dan tekanan besar membuat masa jabatannya singkat.
Prestasinya ini menandakan bahwa meskipun gagal secara keseluruhan, Moyes masih sempat menunjukkan performa cukup meyakinkan pada beberapa pekan awal.
2. José Mourinho – Sang Spesialis Trofi
José Mourinho, yang memimpin MU dari 2016 hingga 2018, juga masuk dalam daftar Baru 3 Manajer MU yang meraih gelar Manajer Terbaik. Mourinho memenangkannya sebanyak tiga kali selama masa kepelatihannya.
Di bawah Mourinho, MU memenangkan Liga Europa, Piala Liga, dan Community Shield. Ia juga mengakhiri musim 2017/18 sebagai runner-up Premier League — pencapaian tertinggi klub sejak Sir Alex. Meski diwarnai kontroversi dan konflik internal, Mourinho tetap menjadi salah satu manajer paling sukses pasca-Ferguson.
3. Erik ten Hag – Harapan Baru Ole Old Trafford
Erik ten Hag menjadi manajer ketiga dalam daftar Baru 3 Manajer MU yang memenangkan penghargaan Manajer Terbaik Premier League. Penghargaan ini ia raih berkat performa impresif MU dalam beberapa bulan awal masa kepemimpinannya.
Ten Hag membawa gaya permainan modern dengan pressing dan penguasaan bola yang lebih terstruktur. Ia juga sukses meraih gelar Carabao Cup, gelar pertama MU setelah enam tahun paceklik trofi. Meski sempat menghadapi inkonsistensi, Ten Hag dianggap membawa kembali mental kompetitif ke Old Trafford.
Mengapa Hanya Tiga?
Sejak Sir Alex pensiun, MU mengalami periode sulit yang ditandai:
- Pergantian manajer yang terlalu cepat
- Kegagalan menemukan stabilitas jangka panjang
- Rekrutmen pemain yang tidak konsisten
- Persaingan Premier League yang semakin ketat
Penghargaan Manajer Terbaik Premier League biasanya diberikan kepada pelatih yang mampu membawa timnya meraih kemenangan beruntun, konsistensi tinggi, atau hasil luar biasa sepanjang bulanan tertentu. MU yang tidak stabil membuat peluang meraih penghargaan tersebut semakin kecil.
Apakah MU Masih Mencari Pengganti Sir Alex?
Meski sudah lebih dari satu dekade berlalu, banyak pengamat mengatakan bahwa bayang-bayang Sir Alex masih terasa di Old Trafford. Standar tinggi yang ia tinggalkan menjadi beban tersendiri bagi setiap pelatih yang datang.
Ten Hag dianggap sebagai salah satu pelatih yang paling mendekati visi jangka panjang yang diinginkan klub. Namun, upaya membangun kembali MU tetap bukan tugas mudah.
Kesimpulan
Fakta bahwa Baru 3 Manajer MU yang meraih penghargaan Manajer Terbaik Premier League setelah era Sir Alex menunjukkan betapa sulitnya menjaga kualitas dan identitas klub sebesar Manchester United.
Meski Moyes, Mourinho, dan Ten Hag pernah mencapai momen puncak, MU masih terus mencari keseimbangan antara filosofi permainan modern dan mentalitas juara yang dulu menjadi ciri khas klub. Waktu akan menjawab apakah pelatih berikutnya mampu mengembalikan MU ke puncak seperti era Ferguson.
